Minggu Pagi Di Malioboro

Setiap hari Minggu pagi, saya lewat jalan Malioboro karena harus bertugas di GKI Ngupasan jam 6 pagi. Jalan ini ditutup untuk setiap kendaraan yang lewat. Namun, kendaraan yang memang terpaksa harus lewat jalan ini diperbolehkan menggunakan jalur lambat sebelah kanan (dekat deretan lapak-lapak kaki lima).

Acara rutin tiap minggu pagi adalah senam. Saya pikir bagus, karena menggiatkan masyarakat sekitar jalan Malioboro untuk berolah-raga, untuk kesehatan badan. Tapi ada hal yang tidak “sreg” untuk saya. Yaitu penggunaan tape dan pengeras suara untuk keperluan senam tersebut. Pengeras suara yang digunakan, menurut saya, justru membuat telinga sakit.

Para penyelenggara acara senam -ada sekitar empat atau lima kelompok senam sepanjang jalan ini- sepertinya tidak memberikan perhatian terhadap kesehatan telinga pendengar. Jangankan peserta senam, saya sendiri yang hanya lewat jalan ini merasa telinga sakit. Suara diatur hanya sekedar keras saja, tidak mengindahkan kenyamanan pendengar. Suara pecah (mungkin karena over-peak), memekakkan, frakuensi middle yang menyakitkan, rasanya saya kok “geregetan” :-( . Tidak adakah orang atau peserta senam yang peduli dengan kualitas suara yang enak dinikmati dan didengar, tidak perlu keras, tapi nyaman di telinga.

Kesehatan telinga sebagai indera pendengar kan perlu dijaga juga, seperti halnya bagian tubuh lainnya.

One Response to “Minggu Pagi Di Malioboro


  • joebany1982
    April 12th, 2009 19:10
    1

    stuju bung… harus ada yang kasih info tuch k mereka.. biar suaranya bisa d atur ulang lagi untuk lebih sempurna… thnks

Leave a Reply